downest

Pemikul Kebahagiaan

Danny  harus menanggung berat  ujian dari ALLAH SWT, ketika ia berusia  beranjak 8 tahun ia mengidap tumor stadium 1 dan ketika itu ia...



Danny  harus menanggung berat  ujian dari ALLAH SWT, ketika ia berusia  beranjak 8 tahun ia mengidap tumor stadium 1 dan ketika itu ia tinggal berdua dengan  ayahnya karena sang ibu telah kabur dari rumah , yang tragis nya ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yg mendera keluarganya,dan yg lebih tragis sang ibu merasa tak sanggu melayani &mengurusi sang ayah yg lumpuh tak berdaya.


Ya ayah dani mengidap penyakit lumpuh dengan otomatis dani lah yg mengurus semua  yg di butuhkan  oleh ayahnya membelikan obat ,memandikan tapi pastinya tidak menyolatkan. Yang bagusnya si dani ini tidak mau putus sekolah , ia sangat berbahagia, bergairah dan klimaks saat bersekolah ini yg patut di contoh
Pada suatu hari seusai dani mengurus urusan rumah dan ayahnya ia pamit untuk ke sekolah , ia mengangkat tangan ayahnya sambil menadahkan kekepalanya untuk pamit “ ayah dani kesekolah dulu ya , gak lama kok nanti jam 12 udh pulang  hehe “ kata dani sambil tersenyum manis  ayahnya hanya bisa  bisu dan tak mampu berbicara.


Sekolah dani jauh letak nya dari rumah ia harus melewati lembah ,dan hutan kecil,  di prjalanan ia tak lupa sarapan tapi ia sarapannya itu dedaunan, buah-buahan yg ada di perjalanan untuk berhemat , tidak semua tumbuhan yg ia bisa makan , ketika tidak merasa cocok dengan lidahnya ia tak akn memakannya dan memakan tumbuhan yg berikutnya. walau kadang kakinya berdenyut tak menentu karena sakit .ia belum tau klo ada  tumor kecil yg mulai membesar di kakinya .


Sesampai di sekolah ia langsung memasuki kelasnya. Di kelas ia termasuk murid pandai ia mendapat ranking 1 tiga kali berturut-turut, ia juga pernah di ajak untuk mengikuti olimpiade sains tingkat SD , tapi kendala dana untuk pendaftran itu selalu menjadi halangan , apaboleh buat akhirnya yg mengikuti itu adalah teman2nya  bukan dia.


Sepulang sekolah ia harus menjadi pemulung untuk menambah biaya hidupnya seperti membelikan obat untuk ayahnya ,dan buku-buku pelajaran yg akan di pelajarinya. Ia harus mengutip sampah dan tak jarang ia meraung kesakitan karena kakinya yang ingin serasa pecah ia berusaha untuk sabar dan menahan rasa sakit itu ia tak mengerti apa yg sedang di alami oleh kakinya.


Dan akhirnya ia pulang ke rumah sekitar jam 12 siang , seperti biasanya ia menyalami ayahnya lagi yg masih kaku tak berdaya sambil berkata” yah aku pulang , jam 12kan? Ya aku gk pernah bohongkan?Kanrugi kalau aku ganteng tapi sering bohong  :”) “ dani mencoba bercanda dengan ayahnya  ia berharap ayahnya dapat tersenyum dengan candaannya.


Keesokan harinya setelah memandikan ayahnya ia pamit kesekolah pada ayahnya seperti biasa . sesampai di sekolah ia di panggil oleh wali kelasnya ibu elsa . "dani tahun ini pemerintah daerah mengadakan olimpiade sains  dan kamu terpilih untuk menjadi peserta  akan diadakan senin depan apakah kamu bersedia untuk ikut?" , tapi buk saya gk punya uang untuk daftar nya gimana? Tanya dani risau.


Ya kali ini uang pendaftaran di tanggung oleh sekolah dan kamu hanya mengikuti tanpa harus mengeluarkan biaya , ibu elsa mencoba menjelaskan,, “ CIYUSSS??  Makasih ya buk elsa ,ibu udh cantik baik lagi hampir sama seperti saya hanya saja bedanya saya ganteng bukan cantik” seperti biasa ia menjawab sambil menaruh candaan. Dani sangat gembira karena hal itu


Hari senin pun tiba ia pergi ke tempat acara olimpiade di daerah simpang mamplam Darussalam. Ia masuk ke gedung itu sendiri tanpa guru pembimbing, karena guru pembimbing hanya di perbolehkan liat dari atas tingkat dua. Setiap peserta di beri LJK dan jawabnya di LJK . dengan percaya diri yang tinggi dani menjawab semua dengan baik. Pengumuman pemenang akan di beri tahu sesaat setelah olimpiade selesai kira-kira sekitar jam 11.


Olimpiade pun selesai dan kini saatnya para juri memeriksa sekaligus mengumumkan siapa yg menjadi pemenang . “juaranyaaa adalaahhhhhhhh…….” Semua audience terperangak penasaran termasuk dani dan ibu elsa yg dilanda penasaran dan cemas, “juaranyaaaa adalaaahhhhhhhhhhhhhh……… dany virdaus shadri” .yak dany tergirang-segirangnya melompat bahagia mendengar ia memenangkan olimpiade  ia siap mencium siapa saja yg ada di depanya sangking klimaks bahagianya.


Suara gumuruh tepuk tangan Begitujuga bu elsa yang menepuk tangan dengan bahagia mengetahui muridnya menang . “yaaa   bagi dani sang juara silahkan menuju panggung” kata juri , dani pun menuju panggung namun tiba-tiba kakinya mulai kambuh denyutan mulai lagi bergetar hebat di kakinya tapi dany mencoba menahan dan perlahan-lahan berjalan untuk ke panggung , ketika sampai tangga panggung kakinya malah makin berdenyut hebat seakan ingin pecah  dani pun tak sanggup menahan derai denyutan yg begitu hebat di kakinya ia akhirnya pingsan tak sadarkan diri.Parapengunjung terkejut panitia pun membantunya membawnya kerumah sakit .

Dimana ini ?, dani bertnya bingung ia melihat kesekitar terdapat banyak orang dan kakinya terbalut perban , disampingnya ada ibu elsa yg mendampingi dani ,”buk ada apa ini sebenarnya kok rame sekali orang ? apakah saya disunat ? dani bertanya polos dan membuat bu elsa tersenyum , kamu di rumah sakit sayangg,  kamu mengidap penyakit tumor stadium 1 alhamdulillah masih bisa di angkut oleh para dokter dan ayah kamu juga di sini ia di operasi juga karena menderita lumpuh  semua dana ini di tanggung pemerintah .


Ternyata kegigihan dani dalam menjalani hidup menarik perhatian pemerintah setempat pada tahun ini pemerintah menyelengarkan penghargaan untuk 5 orang inspiratif dan salah satunya itu dani.
Dan sekarang dani telah berumur 16 tahun. Ia di undang oleh acara tv talk show . lalu ia pergi ke acara tersebut bersama ayahnya yang telah pulih . acara talk show itu telah dimulai . pemandu acara memangil dani untuk menuju panggung dan ingin bertanya mengapa ia mau berkorban seperti hal-hal berat seperti itu ketika kecil padahal ia masih anak-anak.” Hidup itu penuh warna , ada saatnya kita sangat susah ada saatnya kita sangat bahagia  ,hidup ini harus terus di jalani , tidak boleh menyerah”.katanya


Bergumuruh sorak tepuk tangan untuk dani . pembawa acara tersebut menanyainya lagi “dani apa yg kamu inginkan ? ingin kuliah dimana , berapa uang yang kamu butuhkan? Pokoknya apapun yg kamu mau katakan saja di sini banyak pejabat, pengusaha yg kayaraya dan berjuta pasang mata yg menonton acara ini mereka siap membantumu” tutur sang pembawa acara.

Dani terdiam , membuat keadaan hening menunggu ucapannya.pembawa acara menanyai lagi”sebut saja” menegaskan.

Dani mulai membuka mulutnya ingin berbicara sambil bibirnya bergetar. Semua terdiam jutaan orang menunggu ucapannya “ saya mau mama kembalii..,mama kembalilah ke rumaahhh , saya sudah bisa mengurus &membantu ayah,saya sudah bisa cari makan sendiri, mama kembalilaahh” kata dani disambut tetesan air mata penonton yg haru
Dani tak meminta hadiah uang, kuliah di luar .padahal banyak orang pada saat itu yg bisa memberikannya. baginya material tidaklah begitu berharga dibandingkan kasih sayang seorang ibu  yg tak ternilai harganya
Reaksi: 

Related

Hot 9193991429696986863
item