downest

Ada Cinta Dibalik Batu (episode 3)

Tanggal 14 maret tepatnya malam minggu. “begadang jangan begadaaaang bila tiada artinyaaaa~ begadang boleh sajaaaa bila ada perlun...


Tanggal 14 maret tepatnya malam minggu.
“begadang jangan begadaaaang bila tiada artinyaaaa~
begadang boleh sajaaaa bila ada perlunyaaaa…~” ringtone handphone ani berbunyi
ridho menelpon ani dan mengajaknya pergi ke sebuah mall ada di kawasan kemayoran. Ia mengatakan untuk nongkrong sekalian nonton bersama risa dan toni. Malam itu rhoma memang sedang ada kegiatan mengerjakan proyek dosen pembinbingnya yang selama ini sudah berjalan 3 bulan dan hamper selesai tingal laporan dan harus selesai besok sehingga rhoma memang menggunakan seluruh energy dan waktunya untuk membuat laporan akhir proyek pada malam ini.

Ani datang dengan mengenakan baju lengan panjang berwana biru gelap seperti biasanya dan berhijab ia terlihat sederhana tetapi cantik dan juga kalem sesampai di mall ia bertemu dengan ridho didepan foodcourt.

“heyy” ridho menyapa
Ani sedikit heran karena risa dan toni tidak ada
“yang lain kmna dho?”
“iya ni gak tau , kamu ga hubungi risa emang?? Toni sih katanya temenin rhoma selesain laporan proyeknya pak bahtiar” ujar ridho dengan santainya
“ayuk nonton, filmnya udah mau mulai” sembari memberikan tiket kepada ani
Dengan sedikit canggung ani langsung ikut dan nonton berdua dengan ridho. Toni ambil bagian mengurus rhoma yang sedang mengerjakan laporan dengan langsung menjumpai rhoma. Rhoma terlihat senang bahwa sahabatnya yang satu ini tetap membantunya dalam keadaan susah seperti ini.
“ngapain sih repot-repot ton, kan gue bisa buat sendiri lagi pula laporannya tinggal bab 5”
“ahh gaya banget padahal kamu kesepian dan perlu ditemenin kan??” kata toni bercanda
“hahaha masa iya? Kamu tu kesepian udah jomblo 9 tahun, peace hehe” sindir rhoma
“anjayy lu hahahaha”toni tertawa
 “ah sudah lah rhoma, buat terus laporan akhirmu itu nanti gak siap, trus kapan mau penelitian, kapan wisuda, kapan lamar ani?” woop toni langsung balas sindiran rhoma dan rhoma tertawa
Disamping itu, Saat setelah menonton AADC 2 dibioskop bersama ridho ani izin pulang kepada ridho, sembari jalan menjuju parkir ridho mngobrol mengenai rhoma kepada ani.
“rhoma lagi dimana? Ga kamu kabarin ia klo kamu ke mall sama aku ??
“engga, dia lagi focus mengerjakan laporan dan biasanya kalau sedang mengerjakan laporan ia tak mau diganggu” kata ani kapada ridho.
“ dia orang nya cuek kan? Klo kamu jalan dengan cowo lain?”
 “iya dia tuh orangnya susah cemburu kadang suka sebel sih akunya haha” jawab ani dengan seikit tertawa
“kok bisa gitu ya, padahalkan kalian pacaran tapi klo gak cemburu apa benar-benar cinta atau bagaimana, maaf ni cuman nanya aja hehehehe”
Diam. Iya ani cuman bisa diam saja, bukan kali ini saja ia ditanyakan seperti itu, banyak teman-teman dan bahkan ibunya bertanya serupa. Kalau serius ya harus dijaga betul-betul jangan sampai pindah kelain hati.
Kemudian ditempat yang berbeda setelah rhoma selesai mengerjakan laporan, toni dan rhoma berbincang-bincang
“ah ton rupanya ada kamu disini laporan ku bisa  siap juga ya walaupun sampai tengah malam haha”
“hahah jelaslah” tanggap toni
“rhoma gimana sih kamu kok bisa dapetin cewe secantik ani?? Kasih tau dong caranya, aku kan kepengen juga punya cewe supaya tidak sendirian mulu” toni mulai bertanya dengan sedikit curhat. Kali ini toni nanya hubungan rhoma dengan ani lebih dalam. Niatnya ingin memperkeruh hubungan ani dan rhoma dengan mengatakan melihat ridho berduan dengan ani di mall plaza senayan dekat kemayoran, namun toni malah penasaran dengan rhoma tentang gimana cara dapetin cewe secantik ani.
“rahasiaaaaaaaaaa” bisik rhoma ditelinga toni
“ hahaha kamprettt” toni kesal
“beruntung banget ya kamu bisa dapatin ani” ceplos toni
“beruntung kenapa?”
“ya kamu bisa dapatin ani, ani kan cantik baik, sholeha lagi” kata toni
Sebenarnya rhoma sudah menduga bahwa toni memang menyukai ani sejak dulu, karena ani sering curhat kepadanya mengenai toni yang terlalu baik kepada ani. Namun  hal ini tidak  membuat rhoma menjadi cowok protektiv, ia tau bahwa kalau memang cinta maka tak akan kemana kalau ani memang cinta kepdanya maka ia akan setia. Oleh sebab sifat yang dewasa itu rhoma selalu santai dan tidak terlalu memikirkan bahwa ani akan mencintai orang lain dan meninggalkannya.
“hmm biasa aja kok mungkin akunya aja yang terlalu mempesona ” balas rhoma dengan senyum licik

Keesokan harinya seperti biasa setelah selesai dengan urusan kuliah, mereka duduk di kantin sambil memesan siomay bu cut tapi tidak dengan ridho yang tidak masuk kuliah hari itu.
“ni kamu kemana semalam aku cariin di rumah gak ada” risa bertanya
“iya maaf aku pergi semalam, handphone nokia yang satu lagi juga gak ku bawa jadi engga tau kamu sms” tanggap ani
“emg kamu kemana selaman ni?” rhoma mulai bertanya karena memang tidak dapat kabar dari ani semalam
“hmmm aku keluar sebentar kok beli nasi uduk terus langsung pulang” dalih ani
“lho emang pulangnya sampai jam 11 malam ya ?” risa Tanya lagi
“eh itu… emm antri soalnya rame yang beli juga hehehe” jawab ani dengan sedikit terbata-bata
“ ah kamu ni aku kan pengen nginap di rumah kamu padahal , tapi masa iya sih jam 11 nasi uduk masih buka hadeeuhh” ngeluh risa
“ridho mana ni ga keliatan” Tanya toni mengganti topic perbincangan
“iya nih mana si ridho, trus semalam ia tiba-tiba keluar dari grup line” jawab risa
“masak sih? Ada apa dengan dia” Tanya rhoma, tak ada yang menyadari dengan leave nya ridho dari grup kece line mereka kecuali risa. Mungkin karena malam itu memang selain risa mereka tengah tidak membuka grup line

Percakapan mengenai semalam berhenti. Toni banyak diam dan hanya menyantap siomay pedesnya, ia menyadari bahwa ani semalam jalan dengan ridho tetapi ani berbohong untuk menjaga hati rhoma. Rhoma yang saat itu tiba-tiba terlihat sedikit kesal, ia seperti menggap ani berbicara bohong dengan nada terbata-bata tersebut. Dan ridho keluar dari grup line sepertinya ada hal yang membuat ridho keluar dari grup line mungkinkah karena kejadian semalam? Pikir ani. Ternyata Semalam ani disuguhkan perasaan ridho  yang selama ini ridho pendam. Saat sambil menuju parkir malam itu ridho langsung mengatakan perasaanya kepada ani
“ani.. ada yang mau aku bilang sama kamu sekarang” kata ridho
“ya bilang aja terus dho”
“ani sebenarnya aku suka sama kamu”
“hahahah apaan sih” ani tertwa dan menyepelekan pernyataan ridho yang ia anggap hanya gurauan semata
“ani tolong, ini serius dan aku juga berpikir sebenarnya rhoma itu gak suka sama kamu, dan kalau pun suka mungkin sekarang udah gak suka lagi, liat aja sikap dia yang tidak peduli sama kamu” tegas ridho
“eh ridho dengar ya kamu gak berhak ngomong seperti itu, aku yang rasain kepeduliannya selama ini kamu jangan sok tau”
“ha? Sok tau?, emang aku aja yang merasakan hal yang sama, temen-temen yang lain juga berpikiran seperti itu bukan cuman aku, jadi coba kamu fikir lagi, dan aku juga percaya aku nih lebih besar cintanya sama kamu ketimbang si rhoma” jawab ridho sambil memegang tangan ani di sela-sela mobil parkir dengan suasana hati yang sudah panas Antara ridho dan ani

Yap ternyata semalam ceritanya seperti itu, dan apa jawaban ani? Ani menolak dan bahkan mengacuhkan ridho sejak semalam dengan melepaskan tangannya dari gemnggan ridho kuat-kuat kemudian langsung naik ke mobil tancap gas dan pulang. Sambil jalan pulang ani meneteskan air mata deretan lampu-lampu jalanan yang berwarna kuning itu adalah teman kesedihannya, banyak hal yang ada dibenak dirinya tentang perasaan sahabatnya yang harus ia jaga dan juga mengenai hubungan ia dengan rhoma yang tidak seperti diharapkanya.

Sejak saat itu ani lebih diam seperti biasanya bahkan terhadap rhoma, chat rhoma yang menanyakan “lagi ngapain” kini sudah dia abaikan selama 2 hari. Dan rhoma juga mulai curiga sebenarnya apa yang sedang terjadi. Sementara itu ridho masih tidak keliatan dikampus, kabarnya pun entah tak tau dimana, toni sempat menelponnya tetapi nomornya sudah tidak aktif. Dan bagaimana dengan perasaan toni terhadap ani? Apakah ada disuguhkan juga?? Nyatanya tidak, toni sadar bahwa ani pasti sudah tau mengenai perasaannya tetapi toni tidak mau melangkah lebih jauh lagi ia memilih untuk merelakan ani dengan orang yang ani cintai asalakan ani bahagia dan ia tetap melanjutkan kuliah sekaligus fokus menyelesaikan kuliah S1nya ini. Ya seperti itulah sang pujangga amatur ini berprisnisp.
Reaksi: 

Related

Story 7078095977527902274

Posting Komentar

emo-but-icon

item