downest

Sahabat Sejati

Sahabat Sejati “Emgnya kenapa kalau aku udah gendutan?” “Ya gak papa, asal kamu masih suka sama aku hehe” “Terus kenapa tadi b...


Sahabat Sejati


“Emgnya kenapa kalau aku udah gendutan?”

“Ya gak papa, asal kamu masih suka sama aku hehe”

“Terus kenapa tadi bilang aku udh gemukan?”

“Ya cuma mau mengutarakan kejujuran”

“Idihh jahat banget bilang aku kaya gajah aja sekalian!”

“Is sensitive banget kamu hari ini”

“Tapi kalau aku memang nyatanya naik berat badan terus gak bisa diturunin lagi kamu masih tetap suka aku kan?”

“Hmmm aku pikir-pikir dulu ya”

“Kan jahat, kok gitu sih”

“Ya tergantung, kalau kamu masih nyaman dengan keadaan kamu seperti itu aku sih santai-santai aja berjalan denganmu. Tapi kalau kamu mulai risih ga jelas ya aku kan jadi malu juga bawa kamu kemana-mana”


“Aku nyaman kok dengan berat badanku seperti ini, aku pede banget malah”

“Ya baguslah jadi aku bisa nyaman juga jalan sama kamu”

“Awas ya kalau lagi jalan terus akunya lagi pada momen yang gak pede terus kamu malah lari”

“Hahah ya lari dong”

“Kaaannnn jahatt kamu tu”

“Hehehe, iya deh tuan putri. Aku enggak lari. Aku selalu ada disisimu kok, mau kamu gak pede karena gendut kek, mau kamu ga pede karena cara makanmu bunyi-bunyi persis suara ngecap pokoknya segala hal yang membua kamu gak nyaman aku selau ada disampingmu princess”.

“Yeee malah gombal”

“Hehehe ya gak apa-apa. Aku sengaja, Aku senang lihat kamu malu, aku ingin melihat pipi kamu merah.

“Sial kamu pinter banget buat aku makin cinta”

Aku melihat mereka berdua bermesraan, berpelukan sambil duduk diberanda taman menghadap matahari terbenam. Senja kala itu menjadi saksi bagaimana aku masih bisa tersenyum dengan helaan nafas yang dalam melihat seorang perempuan yang sedang kuusahakan untuk kurelakan sepenuhnya. Perempuan yang dulu pernah mengatakan mencintai aku kini tepat di depan ku sedang dalam pelukan sahabatku sendiri.

Reaksi: 

Related

Story 8422373500431173164

Posting Komentar

emo-but-icon

item